Kamis, 09 Juni 2016

PENGERTIAN ANAMNESA

   1 komentar     

 Anamnesa / Anamnesis

Anamnesa / Anamnesis adalah suatu kegiatan wawancara antara pasien/keluarga pasien dan  dokter atau tenaga kesehatan lainnya yang berwenang untuk memperoleh keterangan-keterangan tentang keluhan dan penyakit yang diderita pasien
Anamnesa dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
  1. Auto-anamnesa yaitu kegiatan wawancara langsung kepada pasien karena pasien dianggap mampu tanya jawab
  2. Allo-anamnesa yaitu kegiatan wawancara secara  tidak langsung atau dilakukan wawancara/tanya jawab pada keluarga pasien atau yang mengetahui tentang pasien.
  3. Allo-anamnesa dilakukan karena ;
  • Pasien belum dewasa (anak-anak yang belum dapat mengemukakan pendapat terhadap apa yang dirasakan)
  •       Pasien dalam keadaan tidak sadar  karena sesuatu
  •       Pasien tidak dapat berkomunikasi
  •       Pasien dalam keadaan gangguan jiwa

PEMERIKSAAN LEOPOLD

PEMERIKSAAN LEOPOLD
Pemeriksaan palpasi Leopold adalah suat
u teknik pemeriksaan pada ibu hamil dengan cara perabaan yaitu merasakan bagian yang terdapat pada perut ibu hamil menggunakan tangan pemeriksa dalam posisi tertentu, atau memindahkan bagian-bagian tersebut dengan cara-cara tertentu menggunakan tingkat tekanan tertentu. Teori ini dikembangkan oleh Christian Gerhard Leopold. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setelah UK 24 minggu, ketika semua bagian janin sudah dapat diraba. Teknik pemeriksaan ini utamanya bertujun untuk menentukan posisi dan letak janin pada uterus, dapat juga berguna untuk memastikan usia kehamilan ibu dan memperkirakan berat janin.
Pemeriksaan palpasi Leopold sulit untuk dilakukan pada ibu hamil yang gemuk (dinding perut tebal) dan yang mengalami polihidramnion. Pemeriksaan ini juga kadang-kadang dapat menjadi tidak nyaman bagi ibu hamil jika tidak dipastikan dalam keadaan santai dan diposisikan secara memadai. Untuk membantu dalam memudahkan pemeriksaan, maka persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan adalah:
  1. Instruksikan ibu hamil untuk mengosongkan kandung kemihnya
  2. Menempatkan ibu hamil dalam posisi berbaring telentang, tempatkan bantal kecil di bawah kepala untuk kenyamanan
  3. Menjaga privasi
  4. Menjelaskan prosedur pemeriksaan
  5. Menghangatkan tangan dengan menggosok bersama-sama (tangan dingin dapat merangsang kontraksi rahim)
  6. Gunakan telapak tangan untuk palpasi bukan jari.
A. Pemeriksaan Leopold I
Tujuan: untuk menentukan usia kehamilan dan juga untuk mengetahui bagian janin apa yang terdapat di fundus uteri (bagian atas perut ibu).
Teknik:
  • Memposisikan ibu dengan lutut fleksi (kaki ditekuk 45atau lutut bagian dalam diganjal bantal) dan pemeriksa menghadap ke arah ibu
  • Menengahkan uterus dengan menggunakan kedua tangan dari arah samping umbilical
  • Kedua tangan meraba fundus kemudian menentukan TFU
  • Meraba bagian Fundus dengan menggunakan ujung kedua tangan, tentukan bagian janin.
Hasil:
  • Apabila kepala janin teraba di bagian fundus, yang akan teraba adalah keras,bundar dan melenting (seperti mudah digerakkan)
  • Apabila bokong janin teraba di bagian fundus, yang akan terasa adalah lunak, kurang bundar, dan kurang melenting
  • Apabila posisi janin melintang pada rahim, maka pada Fundus teraba kosong.
B. Pemeriksaan Leopold II
Tujuan: untuk menentukan bagian janin yang berada pada kedua sisi uterus, pada letak lintang tentukan di mana kepala janin.
Teknik:
  • Posisi ibu masih dengan lutut fleksi (kaki ditekuk) dan pemeriksa menghadap ibu
  • Meletakkan telapak tangan kiri pada dinding perut lateral kanan dan telapak tangan kanan pada dinding perut lateral kiri ibu secara sejajar dan pada ketinggian yang sama
  • Mulai dari bagian atas tekan secara bergantian atau bersamaan (simultan) telapak tangan tangan kiri dan kanan kemudian geser ke arah bawah dan rasakan adanya bagian yang rata dan memanjang (punggung) atau bagian-bagian kecil (ekstremitas).
Hasil:
  • Bagian punggung: akan teraba jelas, rata, cembung, kaku/tidak dapat digerakkan
  • Bagian-bagian kecil (tangan dan kaki): akan teraba kecil, bentuk/posisi tidak jelas dan menonjol, kemungkinan teraba gerakan kaki janin secara aktif maupun pasif.
C. Pemeriksaan Leopold III
Tujuan: untuk menentukan bagian janin apa (kepala atau bokong) yang terdapat di bagian bawah perut ibu, serta apakah bagian janin tersebut sudah memasuki pintu atas panggul (PAP).
Teknik:
  • Posisi ibu masih dengan lutut fleksi (kaki ditekuk) dan pemeriksa menghadap ibu
  • Meletakkan ujung telapak tangan kiri pada dinding lateral kiri bawah, telapak tangan kanan bawah perut ibu
  • Menekan secara lembut dan bersamaan/bergantian untuk mentukan bagian terbawah bayi
  • Gunakan tangan kanan dengan ibu jari dan keempat jari lainnya kemudian goyang bagian terbawah janin.
Hasil:
  • Bagian keras,bulat dan hampir homogen adalah kepala sedangkan tonjolan yang lunak dan kurang simetris adalah bokong
  • Apabila bagian terbawah janin sudah memasuki PAP, maka saat bagian bawah digoyang, sudah tidak bias (seperti ada tahanan).
D. Pemeriksaan Leopold IV
Tujuan: untuk mengkonfirmasi ulang bagian janin apa yang terdapat di bagian bawah perut ibu, serta untuk mengetahui seberapa jauh bagian bawah janin telah memasuki pintu atas panggul.
Teknik:
  • Pemeriksa menghadap ke arah kaki ibu, dengan posisi kaki ibu lurus
  • Meletakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada lateral kiri dan kanan uterus bawah, ujung-ujung jari tangan kiri dan kanan berada pada tepi atas simfisis
  • Menemukan kedua ibu jari kiri dan kanan kemudian rapatkan semua jari-jari tangan yang meraba dinding bawah uterus.
  • Perhatikan sudut yang terbentuk oleh jari-jari: bertemu (konvergen) atau tidak bertemu (divergen)
  • Setelah itu memindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada bagian terbawah bayi (bila presentasi kepala upayakan memegang  bagian kepala di dekat leher dan bila presentasi bokong upayakan untuk memegang pinggang bayi)
  • Memfiksasi bagian tersebut ke arah pintu atas panggul kemudian meletakkan jari-jari tangan kanan diantara tangan kiri dan simfisis untuk menilai seberapa jauh bagian terbawah telah memasuki pintu atas panggul.
Hasil:
  • Apabila kedua jari-jari tangan pemeriksa bertemu (konvergen) berarti bagian terendah janin belum memasuki pintu atas panggul, sedangkan apabila kedua tangan pemeriksa membentuk jarak atau tidak bertemu (divergen) mka bagian terendah janin sudah memasuki Pintu Atas Panggul (PAP)
  • Penurunan kepala dinilai dengan: 5/5 (seluruh bagian jari masih meraba kepala, kepala belum masuk PAP), 1/5 (teraba kepala 1 jari dari lima jari, bagian kepala yang sudah masuk 4 bagian), dan seterusnya sampai 0/5 (seluruh kepala sudah masuk PAP)
Menentukan usia kehamilan 
Keterangan:
  • Pada usia kehamilan 12 minggu, fundus dapat teraba 1-2 jari di atas simpisis
  • Pada usia kehamilan 16 minggu, fundus dapat teraba di antara simpisis dan pusat
  • Pada usia kehamilan 20 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di bawah pusat
  • Pada usia kehamilan 24 minggu, fundus dapat teraba tepat di pusat
  • Pada usia kehamilan 28 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di atas pusat
  • Pada usia kehamilan 32 minggu, fundus dapat teraba di pertengahan antara Prosesus Xipoideus dan pusat
  • Pada usia kehamilan 36 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di bawah Prosesus Xipoideus
  • Pada usia kehamilan 40 minggu, fundus dapat teraba di pertengahan antara Prosesus Xipoideus dan pusat. (Lakukan konfirmasi dengan wawancara dengan pasien untuk membedakan dengan usia kehamilan 32 minggu).

Referensi:
Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetri; Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Jakarta : EGC.
Rachmawati, I.N., Budiati, T., & Rahmawati, C. 2008. Panduan Praktikum Prosedur Pemeriksaan Fisik Antenatal. Depok: UI.

SERBUK PULVIS DAN PULVERES

Serbuk (pulvis dan pulveres)


Serbuk dibagi menjadi 2 yaitu pulvis dan pulveres. Menurut FI III serbuk adalah campuran homogen dari dua atau lebih obat yang diserbukkan.

Menurut FI IV, serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral maupun topikal. secara kimia-fisika serbuk mempunyai ukuran antara 10.000- 0,1 mikrometer.

Keuntungan / kelebihan bentuk sediaan serbuk :
  • campuran obat dan bahan obat yang sesuai kebutuhan
  • dosis lebih tepat, lebih stabil dari sediaan larutan
  • disolusi/melarut cepat dalam tubuh
  • tidak memerlukan banyak bahan tambahan yang tidak perlu
Kerugiaan serbuk / kekurangan bentuk sediaan serbuk :
  • kurang baik untuk zat obat yang mudah terurai karena kontak dengan udara
  • sulit untuk ditutupi rasanya (tidak enak maupun baunya)
  • peracikannya membutuhkan waktu yang relatif lama
Karakteristik serbuk :
- homogen dan kering, homogenisitasnya dipengaruhi ukuran partikel dan densitasnya/berat jenis
- punya derajat kehalusan tertentu

Pembagian Serbuk
1. Pulvis  (serbuk tak terbagi)
Pulvis adalah serbuk yang tidak dapat terbagi untuk pemakaiannya, contohnya serbuk tabur, serbuk gigi dan serbuk effervecent.
2. Pulveres (serbuk terbagi)
pulveres adalah serbuk yang dapat dibagi dalam bobot yang sama, dibungkus menggunakan kemasan untuk sekali minum, serbuk terbagi boleh dibagi secara visual/penglihatan, maksimal 10 serbuk secara bersamaan. Umumnya serbuk berbobot 0,5 gram, pengisinya laktosa. Penimbangan diperlukan apabila pasien memperoleh dosis 80% dari dosis maksimum untuk sekali atau sehari pakai.

Sumber : Farmasetika Dasar

KONSELING GIZI IBU HAMIL

KONSELING GIZI IBU HAMIL


Diharapkan mahasiswa dapat :
  1. Menjelaskan pengertian gizi ibu hamil
  2. Menjelaskan tujuan pemberian gizi seimbang pada ibu hamil
  3. Menjelaskan pola makan ibu selama kehamilan
  4. Menjelaskan bahan makanan sehat untuk ibu hamil
  5. Menjelaskan proses memasak makanan bergizi
  6. Menjelaskan penambahan kebutuhan kalori selama kehamilan
  7. Menjelaskan jenis makanan yang harus banyak dikonsumsi dan makanan yang harus dibatasi selama kehamilan
  8. Menjelaskan kenaikan berat badan normal selama kehamilan
  9. Menjelaskan menu seimbang untuk ibu hamil
Gizi ibu hamil adalah makanan sehat dan seimbang yang dibutuhkan oleh seorang ibu hamil baik pada trimester I, II dan III yang harus dipenuhi sehingga janin yang dikandungnya dapat tumbuh dengan baik serta tidak mengalami gangguan dan masalah.

Tujuan pemberian gizi seimbang pada ibu hamil
  1. Untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan janin
  2. Untuk pertumbuhan janin
  3. Untuk persiapan persalianan
  4. Untuk persiapan laktasi untuk meningkatkan produksi ASI
  5. Penambahan berat badan selama hamil
  6. Menghindari cacat bawaan, BBLR
Pola makan ibu selama hamil
Yang harus diperhatikan dalam pola makan ibu hamil :
  1. Makanan mengandung gizi seimbang  (Sumber tenaga, pembangun, pengatur)
  2. Jumlah makanan harus cukup
  3. Jenis mkanan sehat (mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat dan air) dan bervariasi
  4. Jadwal makan yang teratur (makan porsi kecil tetapi sering)
Trimester I
q   Nafsu makan yang menurun, mual muntah serta timbul rasa mudah lelah
q   Makanan yang dianjurkan makanan kering yang tinggi karbohidrat seperti biskuit, krakers, roti kering, sirup, madu
q   Makan sedikit demi sedikit tetapi sering.
Trimester II
q   Kebutuhan kalori (+) terjadinya peningkatan BB
q   Makanan yang seimbang serta diperbanyak mengkonsumsi makanan yang tinggi serat (buah dan sayuran) dan banyak mengkonsumsi air putih
Trimester III
q   Kebutuhan kalori dan nafsu makan (+)
q   Makanan yang seimbang dengan porsi kecil tetapi sering, perbanyak mengkonsumsi cairan dan buah agar ibu tidak mengalami sembelit
Bahan makanan yang sehat
  1. Karbohidrat
Ibu hamil membutuhkan karbohidrat 45-65 % (265 gram/hari) total energi dari karbohidrat. (beras, jagung, singkong, ubi, talas, dan sagu)
B. Protein
Protein > pertumbuhan dan perkembangan sel tubuh terutama otak (60 gr/hari). Contoh: telor, susu, keju, kacang-kacangan, ikan dan daging.
C. Lemak
Sumber kalori utama untuk perkembangan janin (Tm I 6 gr, Tm II & III 10 gr) Contoh: minyak biji bunga matahari, minyak kacang-kacangan (almond, hazelnut, kemiri, kenari, wijen, kedelai), labu, jagung dan ikan.
D. Vitamin & Mineral
  1. Asam folat (cacat bawaan saat lahir) Ex : sayuran hijau, kacang polong, hati, kuning telur
  2. Vit A (buah-buahan, sayuran warna hijau atau kuning, mentega, susu, kuning telur dan lainnya)
  3. Vit C (Jambu klutuk, jeruk, tomat, nanas, sayur segar)
  4. d. Vit B (membantu proses metabolisme energi) Ex : gandum, daging, susu, ragi, beras, kuning telur, sayur-sayuran segar, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
  5. e. Vit D (membantu penyerapan kalsium) Ex : Minyak ikan, susu, telur, keju, dan bantuan sinar matahari
  6. f. Vit E (pertumbuhan sel dan jaringan) Ex: sayuran dan minyak biji-bijian dalam bentuk margarine
  7. g. Vit K (hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran segar sejenis kobis (kol), susu, kuning telur
  8. h. Zat Besi (untuk mencegah anemia) Ex : sayuran hijau, daging merah dan gandum.
  9. i. Kalsium (unt pertumbuhan tulang dan gigi janin) Ex : susu, telur, ikan laut, sayuran hijau terutama brokol

Rabu, 08 Juni 2016

PEMASARAN JASA SOSIAL ASUHAN KEBIDANAN


PEMASARAN JASA SOSIAL ASUHAN KEBIDANAN

 DEFINISIPEMASARAN

Dalam ilmu social terdapat beberapa pengertian dan tujuan dari pemasaran diantaranya adalah : American Marketing Assosoation mendefinisikan marketing sebagai kegiatan bisnis yang mengarahkan arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen atau pengguna. 
Menurut Yeyeh Rukiyah Tahun 2011 pemasaran sebagai upaya penggunaan dan teknik pemasaran untuk meningkatkan penerimaan suatu gagasan atau perilaku soasial.Pemasaran juga dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk kepuasan, keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.
Pemasaran identik dengan proses perdagangan barang yang diorentasikan sebagai preoses jual beli dan tawar menawar, sehingga pemasaran kadang menjadi hal yang terlupakan ketika kita membahas tentang penyediaan jasa.
Defenisi pemasaran menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
1.      Sumarni dan Soeprihanto (1995 )
Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan.
2.      WY. Stanton (1997 )
Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan dari sebuah perencanaan dan penentuan harga sampai dengan promosi dan distribusi barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli.
3.      Trioso Purnawarman (2001 )
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.
4.      Philip Kotler (Marketing)
Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.


5.      Philip Kotler dan Amstrong
Pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

Dari beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu kegiatan atau proses tukar menukar yang dapat memberikan nilai baik bagi konsumen maupun produsen sehingga dapat tercipta serangkaian kegiatan dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pemantauan.Pemasaran sosial pada dasarnya tidak berbeda dengan pemasaran komersial, pemasaran sosial menggunakan teknik analisis yang sama (riset pasar, pengembangan produk, penentuan harga, keterjangkauan, periklanan dan promosi). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemasaran sosial adalah penerapan konsep dan teknik pemasaran untuk mendapatkan manfaat sosial. Tentu saja ada sedikit perbedaan antara pemasaran komersial dengan pemasaran sosial.
Perbedaan antara pemasaran komersial dan pemasaran sosial menurut Depkes (1997) antara lain :
1.      penggunaan produk sosial biasanya lebih rumit dari pada produk komersial, misal penggunaan oralit tidak semudah minum coca-cola,
2.      produk sosial sering kali kontroversial,
3.       keuntungan produk sosial tidak cepat dirasakan,
4.      saluran distribusi untuk produk-produk sosial lebih sulit dikontrol karena biasanya menyangkut banyak pihak,
5.      konsumen pada umumnya tidak mampu, rawan terhadap penyakit dan Berpendidikan rendah.
Pemasaran sosial dalam program-program kesehatan internasional berperan dalam penjualan komoditi dan gagasan atau prilaku. Pada kenyataannya pemasaran sosial hampir selalu dimulai dengan promosi tentang sikap atau kepercayaan yang berkaitan dengan kesehatan. Berdasarkan itu disampaikan anjuran tentang produk atau pelayanan baru, dan diberikan petunjuk tentang cara penggunaan yang efektif.
Produk-produk yang secara sosial bermanfaat (seperti kondom, pil kontrasepsi, tablet Fe dan oralit) dan sering disubsidi, proses penjualan ternyata sangat rumit. Karena harus meningkatkan motivasi konsumen, merangsang kegiatan perusahaan, agen dan pengecer, meningkatkan potensi kemandirian program dimasayang akan datang, dan kesemuanya merupakan ukuran keberhasilan program. Teknik- teknik pemasaran menjadi penting untuk “menjual” perilaku baru. Para konsumen harus melakukan pertukaran yang rumit antara perilaku baru serta memerlukan waktu dan daya untuk mendapatkan hasil yang hanya dapat dibuktikan dalam jangka waktu yang panjang dan mungkin membuahkan akibat yang tidak menyenangkan dalam waktu pendek. Pemasaran sosial pada dasarnya berorientasi pada konsumen. Konsumen atau pengguna bukan hanya merupakan sasaran pokok, tapi juga sebagai pengukur apakah kegiatan yang dilaksanakan cocok, diminati, dan berhasil. Konsumen secara sistematis dimintai saran sepanjang proses pemasaran sosial, memberikan data untuk berbagai keputusan pemasaran yang menentukan ( Depkes, 1997).

 KONSEP PEMASARAN
Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara:
1.      Temukan keinginan pasar dan penuhilah.
2.      Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dibuat.
3.      Cintailah pelanggan bukan produk anda.
4.      Lakukanlah menurut cara anda. (Burger King)
5.      Andalah yang menentukan. (United Airlines)
6.      Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan. (JC. Penney)



MANAJEMEN PEMASARAN
Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.
Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran, yang meliputi:
1.      Analisis
Analisis yaitu dengan membuat inventarisasi kelompok sasaran dan mencari institusi yang dapat yang dapat membantu dan bekerja sama. Sasaran pemasaran jasa asuhan kebidanan adalah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, balita, calon pengantin, pasangan usia subur, wanita usia menopause, dan lanjut usia.
2.      Melakukan riset
Tujuan melakukan riset yaitu untuk mengetahui tanggapan masyarakat terutama kelompok sasaran terhadap jasa pelayanan yang akan diberikan.
3.      Menyusun strategi pemasaran
Strategi yang digunakan disini merupakan serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
A.    Strategi pemasaran dari sudut pandang penjual :
1.      Tempat yang strategis
2.      Produk yang bermutu
3.      Harga yang kompetitif
4.      Promosi yang gencar




B.     Strategi pemasaran dari sudut pandang pembeli/ pelanggan :
1.      Kebutuhan dan keinginan pelanggaan
2.      Biaya
3.      Kenyamanan
4.      Komunikasi
C.     Monitoring dan evaluasi
Kegiatan monitoring adalah proses untuk menemukan kekurangan atau kesalahan pada strategi yang telah ditetapkan. Evaluasi merupakan kegiatan untuk mengetahui apakah tujuan dari strategi pemasaran telah tercapai atau belum.
D.    Pelaksanaan proses pemasaran
Kegiatan ini menggunakan media yang telah dipersiapkan untuk menunjang program melalui pesan- pesan sehingga mudah diingat oleh masyarakat luas atau konsumen
Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah :
1.      Faktor micro, yaitu perantara pemasaran, pesaing dan masyarakat.
2.      Factor macro, yaitu demografi/ ekonomi, politik hukum, teknologi/fisik dansosial/  budaya.

 TUJUAN PEMASARAN
Tujuan pemasaran menurut Yeyeh Rukiyah tahun 2011 agar konsumen lebih mengenal sebuah produk barang atau jasa sehingga menjadi tertarik dan membeli produk atau jasa tersebut.
Pemasaran social mempunyai tujuan sebagai berikut:
1)      Memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat.
2)      Memberikan pelayanan sesuai dengan standart praktik, keterampilan yang mantap (dalam memberikan pelayanan kepada klien )
3)      Manurunkan sensitivitas klien pada tariff.
4)      Rekomendasi ( pemasaran ) gratis dari mulut ke mulut.
5)      Menghemat biaya pemasaran.
6)      Penurunan biaya melayani klien yang sudah mengenal baik sistem pelayanan.
7)      Peningkatan pendapatan.




2.5              FAKTOR-FAKTOR PEMASARAN

Faktor-faktor yang memepengaruhi pemasaran sosial jasa kenidanan :

1.      Kebutuhan,Keinginan dan permintaan.
Kebutuhan adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan dasar yang diperlukan misalnya pada persalinan dari segi :
a.       Kebutuhan dasar bidan kelengkapan alat pertolongan persalinan, bahan-bahan dan obat-obatan
b.      Kebutuhan dasar pasien mendapatkan asuhan yang aman dan nyaman.
c.       Keinginan adalah Hasrat akan sesuatu hal sesuai dengan kebutuhannya tersebut. Asuhan saying ibu adalah keinginan sang ibu. Beberapa prinsip dasar asuhan sayang ibu adalah mengikut sertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi.
Asuhan sayang ibu dalam proses persalinan :
a.       Panggil ibu sesuai namanya, hargai dan perlakukan ibu sesuai martabatnya.
b.      Jelaskan proses persalinan kepada ibu dan keluarganya.
c.       Anjurkan ibu untuk bertanya dan membicarakan ketakutan ataupun kekhawatirannya.
d.      Dengarkan dan tanggapi pertannyaan dan kekhawatiran ibu.
e.       Berikan dukungan, besarkan hatinnya dan tentramkan hati ibu serta anggota keluargannya.
f.       Anjurkan ibu untuk ditemani suami atau anggota keluarga yang lain selama persalinan.
g.      praktek-praktek pencegahan infeksi yang baik.
h.      Hargai privasi ibu
i.        Anjurkan ibu mencoba berbagai posisi selama persalinan
j.        Anjurkan ibu minum cairan atau makan makanan ringan bila ia mau
k.      Anjurkan ibu menyusui bayinya segera setelah lahir.
l.        Membantu memulai pemberian ASI segera setelah bayi lahir
m.    Siapkan rencana rujukan

Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung kemampuan serta kesediaan membelinnyaa, misalnya :
a.       Permintaan Bidan
b.      Pasien senantiasa mengikuti nasehat dan saran bidan
c.       Permintaan Pasien
d.      Mendapatkan asuhan yang baik, aman dan nyaman bagi ibu dan bayinnya selama proses persalinan
1.      Produk
Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan untuk memuaskan sesuatu kebutuhan atau keinginan masyarakat, misalny : Keselamatan ibu dan bayinya.
2.      Transaksi
Transaksi merupakan proses seseorang mendapatkan produk baik memproduksi sendiri, meminta maupun pertukaran.
3.      Pertukaran
Pertukaran merupakan tindakan memperoleh barang yang dibutuhkan seseorang dengan menawarkan suatu imbalan. Pertukaran baru akan terjadi apabila kedua belah pihak dapat menyetujui syarat pertukaran dan masing-masing mendapat keuntungan dari pertukaran tersebut.
Misalnya : Seorang Pasien datang untuk mendapatkan pelayanan kebidanan, kemudian bidan tersebut memberikan pelayanan yang aman dan nyaman untu ibu, kemudian bidan tersebut mendapatkan imbalan dari jasa yang diaberikan berupa materi.
4.      Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan yang potensi memiliki kebutuhan yang sama dan bersedia serta mampu melaksanakan pertukaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut.


2.6              PERANAN
Peran pemasaran dalam pelayanan kesehatan untuk:
1.      menciptakan diferensiasi. Agar dapat bersaing dengan profesi lain, bidan di tuntut mampu memberikan pelayanan yang beragam (tanpa menyimpang dari kewenangan yang diberikan).

2.      Manajemen kualitas pelayanan. Melalui proses pemasaran, bidan akan mampu mengevaluasi diri mengenai kelebihan dan kekurangan pelayanan kesehatan yang ia tawarkan kepada klien sehingga ia dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan.
3.      Meningkatkan produktifitas tenaga kesehatan di tuntut untuk memperluas wawasan keilmuan serta ketrampilan teknisnya sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang di berikan kepada klien.

2.7KOMPONEN
Unsure pemasaran menurut Rhenald  Kasandi tahun 1998
Unsure peamsaran berpusat pada 4 P=1C=konsumen,
 1c = konsumen ialah siapa yang akan memilih produk jassa asuhan kebidanan
4 P yakni : produk, price, place, promotion.
Consumer = pemberi produk / klien / penerima jasa
1)      Produk: Paket keseluruhan yang dapat berupa barang / jasa/ gagasan yang diserahkan kepada konsumen.
2)      Price (harga) : Titik awal dari riset pasar adalah menetapkan harga barang atau imbalan jasa yang sesuai dengan keadaan tempat pemasaran
Factor yang mempengaruhi harga : apakan tingkat harga / imbalan dapat dijangkau oleh konsumen, penetapan harga oleh pesaing, apakan konsumen merasakan keuntungan, kemampuan untuk membeli jasa profesional.
3)      Place (tempat) : Dalam hal ini diperhatikan kendala geografis dan keterbatasan terhadap kapasitas beban kerja.
4)      Promotion  (promosi) : Cara bagaimana kesadaran tentang kebutuhan konsumen terhadap barang atau jasa yang ditawarkan dan meyakinkan konsumen agar mau membeli.


Peranan kekuatan luar yang akan mempengaruhi pemasaran (Lia Yulianty, 2011 )
Selain komponen 4P dan 1C tersebutyang umumnya merupakan variable terkendali, pemasaran dipengaruhi oleh kekuatan/vaiabel dari luar kendali, dapat berupa :
1)      Persaingan, penting diketahui data tentang kegiatan kelemahan dan kekuatan pesaing dan antisipasi “ serangan “ yang dapat dilontarkan oleh pesaing.
2)      Lingkungan budaya, lingkungan budaya dapat merupakan kendala bila konsumen berasal dari kalangan etnik yang berbeda dengan pemberi jasa. Penjualan produk(barang/jasa) harus menyesuaikan diri agar konsumen dapat dipuaskan.
3)      Kebijaksanaan pemerintah, peraturan tersebut banyak memeberikan perlindungan terhadap pasar, asal dapat digunakan sesuai dengan ketentuan.
4)      Institusi, dapat berupa organisasi profesi/masyarakat yang mencerminkan kesadaran dan dukungan terhadap hak – hak konsumen.

    PROSES
Langkah-langkah Saladin tahun 1999
1.      Perencanaan produk menurut Mengadakan penelitian pasar diharapkan dapat memperoleh informasi tentang :
a.       Pasar masa kini seperti : jumlah ibu-ibu atau masyarakat yang mau menerima pelayanan
b.      Pasar masa depan seperti : jumlah ibu-ibu dan masyarakat yang diharapkan.
c.       Struktur pasar : sasaran yang dicari untuk bekerja sama
d.      Sikap masyarakat : tingkat kepuasan atas pelayanan yang ada ( oleh dukun bayi ).
e.       Tingkat dukungan tokoh-tokoh masyarakat (lurah, kader, PKK).
f.       Kemitraan yang ada .
g.      Tingkat harga atau tariff yang dijangkau.
h.      Pengambilan keputusan dalam rumah tangga.
i.        Informasi dapat diambil secara lansung (primer) : wawancara, pengamatan lansung. Sekunder mangambil data dari kelurahan, wawancara dengan tokoh masyarakat.


2.      Keputusan dalam menetapkan harga dan tariff
Harga adalah imbalan uang yang harus dikeluarkan konsumen untuk membayar produk atau jasa yang diterimanya, dalam penetapan harga, perlu diketahui secara mendalam tentang kemampuan konsumen / masyarakat.
3.      Tempat penyaluran barang atau jasa
Distribusi disini diartikan sebagai tempat jual jasa dalam hal ini tempat memberikan pelayanan seperti di posyandu, pertolongan persalinan dirumah penduduk atau polindes. Bidan harus bekerjasama dengan kader, PKK, dukun bayi sebagai agen perantara bila perlu bekerjasama dengan KUD, lurah membangun tempat pelayanan kesehatan yang ditunjang denga post obat desa.
4.      Promosi
Promosi adalah kegiatan komunikasi untuk memotivasi masyarakat agar mereka menyakini keuntungan yang diperoleh bila menggunakan produk jasa bidan .
5.      Komunikasi untuk pemasaran social bidan
Dalam hal kegiatan pemasara social intinya dalah kegiatan promosi berupa kegiatan komunikasi untuk memotivasi masyarakat agar mereka meyakini manfaat yang diperoleh bila mereka mau melaksanakan upaya kesehatan masyarakat termasuk memanfaatkan jasa bidan.

  STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran secara umum
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.
Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :
1.      Daur hidup produk
Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2.      Posisi persaingan perusahaan di pasar
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.
3.      Situasi ekonomi
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

  PEMASARAN JASA SOSIAL ASUHAN KEBIDANAN
Kotler (2005) menjelaskan bahwa pemasaran sosial adalah strategi untuk mengubah perilaku. Pemasaran sosial mengkombinasikan unsur-unsur pendekatan tradisional untuk mengubah sosial dalam satu kerangka aksi dan perencanaan yang integral serta menggunakan keterampilan teknologi komunikasi dan keahlian pemasaran.Pemasaran sosial pada dasarnya tidak berbeda dengan pemasaran komersial, pemasaran sosial menggunakan teknik analisis yang sama (riset pasar, pengembangan produk, penentuan harga, keterjangkauan, periklanan dan promosi). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemasaran sosial adalah penerapan konsep dan teknik pemasaran untuk mendapatkan manfaat sosial. Tentu saja ada sedikit perbedaan antara pemasaran komersial dengan pemasaran sosial.
Perbedaan antara pemasaran komersial dan pemasaran sosial menurut Depkes (1997) antara lain adalah:
1.       Penggunaan produk sosial biasanya lebih rumit dari pada produk komersial, misal penggunaan oralit tidak semudah minum coca-cola,
2.      Produk sosial sering kali kontroversial,
3.      Keuntungan produk sosial tidak cepat dirasakan,
4.      Saluran distribusi untuk produk-produk sosial lebih sulit dikontrol karena biasanya menyangkut banyak pihak,
5.      Konsumen pada umumnya tidak mampu, rawan terhadap penyakit dan berpendidikan rendah.Pemasaran sosial dalam program-program kesehatan internasional berperan dalam penjualan komoditi dan gagasan atau prilaku. Pada kenyataannya pemasaran sosial hampir selalu dimulai dengan promosi tentang sikap atau kepercayaan yang berkaitan dengan kesehatan. Berdasarkan itu disampaikan anjuran tentang produk atau pelayanan baru, dan diberikan petunjuk tentang cara penggunaan yang efektif.
Produk-produk yang secara sosial bermanfaat (seperti kondom, pil kontrasepsi, tablet Fe dan oralit) dan sering disubsidi, proses penjualan ternyata sangat rumit. Karena harus meningkatkan motivasi konsumen, merangsang kegiatan perusahaan, agen dan pengecer, meningkatkan potensi kemandirian program dimasa yang akan datang, dan kesemuanya merupakan ukuran keberhasilan program. Teknik- teknik pemasaran menjadi penting untuk “menjual” perilaku baru. Para konsumen harus melakukan pertukaran yang rumit antara perilaku baru serta memerlukan waktu dan daya untuk mendapatkan hasil yang hanya dapat dibuktikan dalam jangka waktu yang panjang dan mungkin membuahkan akibat yang tidak menyenangkan dalam waktu pendek. Pemasaran sosial pada dasarnya berorientasi pada konsumen. Konsumen atau pengguna bukan hanya merupakan sasaran pokok, tapi juga sebagai pengukur apakah kegiatan yang dilaksanakan cocok, diminati, dan berhasil. Konsumen secara sistematis dimintai saran sepanjang proses pemasaran sosial, memberikan data untuk berbagai keputusan pemasaran yang menentukan (Depkes, 1997).
Contoh langkah-langkah pemasaran dalam pelayan kebidanan:
1.      Produk
a.       Pelayanan pemeriksaan hamil (senam hamil, perawatan payudara, dan persiapan laktasi).
b.       Pelayanan bersalin
c.       Pelayanan nifas
d.      Pelayanan pemeriksaan bayi
e.       Pelayaana  n pemeriksaan balita
f.       Penyuluhan kesehatan.
g.       KB/Konseling.
h.      Imunisasi ibu dan bayi
i.        Kesehatan reproduksi remaja
2.      Harga
Biaya pelayanan kesehatan menurut IBI
a. Alat kontrasepsi bawah kulit             Rp.250.000
b.KB suntik                                          Rp.5000 – Rp. 20.000
3.      Tempat pemasaran
a.       RS
b.      Puskesmas
c.       Rumah Bersalin
d.      BPM
e.       Promosi pelayanan kebidanan
f.       Pendekatan sosial masyarakat (langsung  dan tidak langsung).
g.      Promosi di lingkungan masyarakat (dengan pelayanan berkualitas dan memuaskan kepada pasien).
h.      Penyuluhan kepada masyarakat tentang kesehatan (tentang PMS, seksualitas, kesehatan reproduksi).
i.        Promosi melalui jejaring sosial
4.      Sasaran
a.       Ibu hamil
b.      Ibu bersalin
c.        Ibu nifas
d.      BBL
e.       Balita
f.       Lansia
g.      Remaja

 LANGKAH- LANGKAH SOSIAL DALAM KEBIDANAN
Langakah – langkah dalam pemasaran social menurut Yeyeh Rukiyah tahun 2011
1.      Merencanakan dalam memilih strategi
Dalam melakukan perencanaan pertama lakukan riset pasar atau sasaran, kemudian tentukan tujuan komunikasi dimana untuk tujuan informative dapat diguanakan media masa, untuk tujuan persuasive digunakan media international atau kombinasi keduanya.Selanjutnya menetapkan sasaran, pesan komunikasi yang spesifik dan ditujukan kepada kelompok sasaran spesifik atau homogeny akan lebih efektif. Perlu dipelajari latar belakang social, ekonomi dan budaya kelompok sasaran, juga pandangan kebiasaan apa yang mendorong maupun menghamabat usaha permasyarakatan, pendayagunaan bidan.Terakhir menetukan strategi komunikasi, komunikasi lebih efektif bila antara komunikator dan sasaran bersifat hemofili (memilki atribut, karakteristik yang sama). Komunikasi yang heterefili kurang kecuali bila komunikator memiliki empati yang tinggi.
2.      Memilih saluran materi
Perlu diidentifikasi matetri yang profesional, relevan dengan kebutuhan sasaran Karen sasaran akan lebih memperhatikan informasi yang serasi dengan kebutuhan
3.      Menyampaikan pesan
Pesan dapat disampaikan secara lansung (interpersonal) disini bidan dapat lansung berfungsi sebagai motivator atau tidak lansung sehingga bidan perlu dimanajemen dengan mediator/ komukator yang telah ada dan dikenal masyarakat yaitu ibu PKK, guru dll.
4.      Pengembangan pesan dan uji coba
Kembangkan pesan –pesan sesuaikan kondisi masyarakat sasaran, lakukan uji coba (misalnya pada kader kesehatan, lakukan perbaikan-perbaikan pesan).
5.      Pelaksanaan kegiatan
Perkenalan kegiatan, diri dan kemampuan sebagai pemberi jasa dan bekerjasama dengan tokoh masyarakat setempat.

Ada 4 perkembangan dari konsep yang ada menurut Yeyeh Rukiyah tahun 2011;
1.      Konsep layanan : orientasi rumah sakit hanya untuk memberikan pelayanan dan fasilitas  yang lain
2.      Konsep penjualan : orientasi rumahsakit hanya pada usaha untuk mencapai pemanfaatan fasilitas dengan memadai
3.      Konsep pemasaran : orientasi rumahsakit berusaha untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan pasien serta menciptakan pelayanan yang memuaskan.
4.      Konsep pemasaran soisal : orientasi pada usaha untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan permintaan pasien serta memberikan kepuasan.
Pemenuhan itu dilaksanakan dengan efektif dan efisien sehingga mendorong kesejahteraan pasien.  Bila kita lihat definisi dan perkembangan konsep pemasaran, semakin jelas bahwa adanya pergeseran dari rumah sakit dan dokter sebagai sentral menjadi pasien sebagai sentral. Selain itu diperhatikannya factor kebutuhan, keinginan dan permintaan pasien dan lebih lanjut perhatikan pula factor kepuasan pasien jadi tidak hanya melaksanakan kewajiban saja.

JURNAL YANG BERKAITAN DENGAN PEMASARAN SOSIAL JASA KEBIDANAN
Setiap tahun promosi kesehatan masyarakat melalui media massa diperbaharui dalam upaya merubah prilaku kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan. Promosi kesehatan ini disampaikan pada masyarakat melalui sumber informasi yang terpercaya. Petugas kesehatan tidak hanya memberikan promosi kesehatan melalui media massa saja, tetapi juga harus memotivasi masyarakat secara langsung untuk mengubah perilaku kesehatan yang kurang baik (Witney,Randolph at all, 2004).
Analisa kelompok:Seorang bidan dalam upaya merubah dan meningkatkan derajat kesehatan dapat melakukan berbagai pendekatan yaitu pendekatan sosial masyarakat (langsung  dan tidak langsung), promosi di lingkungan masyarakat (dengan pelayanan berkualitas dan memuaskan kepada pasien), penyuluhan kepada masyarakat tentang kesehatan (tentang PMS, seksualitas, kesehatan reproduksi), promosi melalui jejaring sosial.
1.      Dari hasil penelitian Karen Glanz dkk (1990) mengungkapkan bahwa salah satu aspek penting dari pemasaran adalah analisis prilaku konsumen. Tiga bidang yang luas dapat digunakan sebagai kerangka kerja untuk memahami faktor-faktor penentu prilaku
a.       Pengaruh lingkungan
b.      konsumen yang meliputi        
c.       Pengaruh individu
d.      Pengolah informasi dan pengambilan keputusan yang sebenarnya.
Analisa kelompok:
Cara meningkatkan kualitas pelayanan bidan yang ada di perkotaan sehingga dapat bersaing dengan profesi lain dengan cara menciptakan diferensiasi dengan memberikan pelayanan yang beragam tanpa menyimpang dari kewenangan atau kode etik yang ada. Bidan juga mampu mengevaluasi diri mengenai kelebihan dan kekurangan pelayanan kesehatan yang ia berikan kepada klien sehingga ia dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan, juga harus mampu mengembangkan wawasan keilmuan serta ketrampilan teknis untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.
2.      Berdasarkan hasil penelitian yang disadur dari jurnal internasional oleh Hampton,Geral (2004) mengemungkakan bahwa profesionalisme berhubungan positif dengan kepuasan kerja dimana profesionalisme dan manfaat yang ditemukan berhubungan positif dengan orentasi pasar dan berdampak kepada imbalan yang diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa orentasi pasar yang baik akan menghasilkan kepuasan kerja yang positif.
Analisa kelompok:
Pelayanan yang diberikan bidan tidak hanya berfokus pada kebutuhan pasien, tetapi harus memperhatikan keinginan dan permintaan klien tanpa menyimpang dari kewenangan dan pelayanan kebidanan yang seharusnya di berikan sehingga menghasilkan kepuasan klien yang berdampak pada imbalan yang akan diterima.

DAFTAR PUSTAKA

Depkes, RI, 2002. Etika dan Kode Etik Kebidanan. Jakarta.
PIT POGI, 2004. Forum Bidan Peningkatan Profesionalisme Bidan. Bandung.